Bukan (part 4)
“ Ta, ayo bangun sayang, udah jam 5 nih, cepet sholat.” Ucap bunda lembut yang mebangunkanku. “ Mmmhhh iya , Bun” kataku dengan sdikit bernada malas. Kususuri sekitar 20 anak tangga ini, kulalui ruang tamu yang kemudian disusul dengan kamar mandi yang cukup minimalis ini. Kubersihkan tubuhku, ku ambil air suci untukku bersuci. “ Sudah sholat sayang?” kata bunda dari kejauhan. “ Sudah, Bun” ujarku. “ Sarapan dulu, Ta” “ Iya bunda sebentar, Dita lagi di sepatu dulu”. Segera ku habiskan cepat-cepat sarapanku. Segera ku berpamitan pada bundaku yang cantik itu. Ku pacu motorku dengan lumayan cepat, karena waktu sudah menunjukkan kurang dari 20 menit lagi bel sekolahku memanggil penghuni sekolah itu untuk memasuki ruangannya masing-masing. Huft, untung saja aku tidak terlambat. Hah? Di mejaku ada sebuah kado, bunga serta coklat? Padahal, belum genap 3 minggu aku sekolah disini. Mr. R? Siapa ya ? Kevin ? gak mungkin banget. Aku kenal Kevin, dia orangnya jauh dari kata...